Senin, 02 April 2012

Tips Awal Selamat Dari Penculikan Anak


Bermain di luar rumahtentulah sangat mengasyikkan bagi anak-anak. Tetapi orang tua hendaklah tidak melepas begitu saja pengawasan kepada anak saat bermain diluar. Karena dijaman sekarang, banyak kejadian penculikan dan kehilangan anak.

Membekali anak dengan pengetahuan perlindungan diri memang sangat diperlukan. Agar kejadian yang tidak diinginkan dapat dihindari. Berikut ini beberapa tips keselamatan anak bila bermain di luar rumah : 
  • Hal awal yang mesti dilakukan adalah membekali anak dengan pengetahuan alamat rumahnya, nomor telepon penting, sekolahnya dan juga memastikan ia mengingat nama seluruh anggota keluarganya. Perlu juga mengajarinya bagaimana ke tempat informasi untuk bertanya jika tersesat atau ke pos polisi. Bila di tanyakan namanya, maka harus juga menyebutkan nama orang tuanya dan dimana tempat bekerja mereka. Agar informasi identitas anak dapat dengan mudah diketahui kalau ada orang yang menemukannya sedang tersesat. 
  • Mengajarinya menggunakan telepon umum atau meminta bantuan. Jika dalam keadaan tersesat di tempat yang ramai maka anda harus menetapkan tempat pertemuan yang telah disepakati. Misalnya di tempat parkir. 
  • Waspada terhadap orang asing yang akan mengajak pergi atau jalan-jalan. Katakan pada anak anda untuk menjauhi orang asing yang memberikan sesuatu. Atau jika bertemu dengan orang asing hendaknya tidak terlalu berbicara banyak. Jika sebuah mobil berhenti di dekat dia. Ajarilah untuk menjauh. Da jika ia merasa diikuti maka segera berlari ketempat umum yang banyak orangnya. Agar ia dapat berteriak keras jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. 
  • Hendaklah orang tua menyempatkan untuk meluangkan waktu mempelajari aktivitas keseharian anaknya. Kemana ia sering bermain, dimana tempat belajar favoritnya, rute yang sering dilalui ketika pergi ke sekolah, kursusatau bermain. Dengan teman teman manakah ia sering bersama. Sehingga jika ada sesuatu, maka anda sudah tahu harus mencari kemana. 
  • Ingatkan anak anda untuk harus selalu berjaga-jaga. Ajarkan mereka untuk melihat-lihat, mendengarkan dan mempercayai naluri mereka. Jelaskan bahwa rasa takut adalah reaksi yang baik dan naluri adalah cara terbaik untuk mendeteksi dan menghindari bahaya. Dia harus percaya instingnya.

Kenali Type Anak melalui Kecerdasan Emosi


Sikap dan emosi anak harus dipupuk sejak dini. Tetapi setiap anak harus di perhatikan sesuai sifat dan kebiasaannya. Melihat dari Dimensi kecerdasan emosi dan temperamen si kecil, pada umunya dapat di kelompokkan menjadi 5 type anak. Apa sajakah itu ?

1. Anak Agresif
Type anak ini sangat aktif bergerak secara fisik dan sulit dikendalikan. Suka bergaul dan punya rasa ingin tahu yang besar dibanding balita lain. Ia akan melakukan apa yang disukainya dan tidak senang dilarang. Dan sangat bangga kalau berhasil melakukan/mengerjakan sesuatu. Sekali ia menangis, susah untuk menghentikan tangisannya. Bahkan ia punya banyak energi untuk terus menagis. Sebagai orang tua, sebaiknya berikan peraturan yang jelas agar ia mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.

2. Anak Pendiam
Anak ini dalam proses pertumbuhannya dan waktu bertumbuhnya persis seperti apa kata buku umumnya. Berguling umur 4 bulan, gigi tumbuh usia 7 bulan dan sebvagainya. Dia tidak akan rewel ketika dibawa ke acara sosial seperti pertemuan keluarga, meskipun pada awalnya malu-malu saat bertemu orang asing. Ia akan nyaman berada di lingkungan yang dikenalnya, tetapi jika semuanya sudah diatur dan anda sudah mempersiapkan mentalnya, ia tidak akan mersaa kesulitan beradaptasi.

3. Anak Kreatif
Anak ini semakin anda paksa, semakin keras kepala dirinya. Ini dikarenakan memiliki jiwa yang kuat. Banyak akal dan kadang bersikap bijaksana. Jika anda mengajarinya melakukan sesuatu, ia akan menepis tangan anda karena ia suka melakukan sesuatu sesuai caranya sendiri. Namun ia cenderung sok tahu, sebagai akaibatnya ia sering merasa frustasi dan marah. Keras kepala, pemarah dan menginginkan segala sesuatu sesuai kehendaknya adalah cirinya.

4. Anak sensitif
Type ini lambat beradaptasi dalam situasi baru. Ia lebih menyukai dunia yang dikenalnya. Ketika sedang menikmati sesuatu, ia tidak suka diganggu. Jika asyik bermain boneka dan anda memintanya untuk berhenti, ia akan marah dan menagis. Anak ini sering dikatakan si pemalu. dalam hal bersosialisasi ia kurang pandai dan kadang merasa tertekan diantara temannya. Sebenarnya ia lebih suka melakukan sesuatu sendirian. Oleh karena itu, anda sebaiknya memberi kepercayaan padanya agar ia belajar mandiri.

5. Malaikat Kecil.
Type anak ini dalah idaman banyak orang tua. balita ini mudah diatur, bahkan ketika diajak bepergian ia bisa menyesuaikan diri dengan cepat. Mudah menerima lingkungan baru dan mudah merasa nyaman. ia tidak rewel saat bertemu kerabat atau yang baru dikenalinya.Ketika menginginkan sesuatu yang tidak bisa dimilikinya, anda tidak akan merasa kesulitan untuk mengalihkan perhatiannya sebelum emosinya naik. Hal yang paling menonjol adalah, ia cepat belajar dibandingkan dengan balita lainnya. 

Manfaat Membacakan Dongeng Dan Cerita Anak


Membaca kisah-kisah menarik seperti dongeng atau menyanyikan lagu sebelum tidur untuk balita memainkan peran besar dalam perkembangan anak. Ada banyak orang yang masih tidak setuju dengan cara ini dan tidak melaksanakannya karena mereka beranggapan bahwa anaknya belum cukup besar untuk memahami apa yang mereka baca. Padahal dengan membacakan cerita anak, balita akan menikmati kehadiran anda menemani mereka dengan cerita-cerita baru atau lagu-lagu yang mereka bisa dengar. Ini tentunya akan menumbuhkan kebiasaan belajar dan membuat pikiran anak menjelajah lewat imajinasi sebagai persiapan pengalaman belajar di sekolah nanti.

Anak-anak akan senang mendengar cerita dongeng dan sajak. Dan saat mereka mendengarkan dongeng anak, mereka perlahan-lahan mulai mengenal kata-kata baru dan konsep yang ada dalam cerita anak. Mereka mencoba untuk memahami dan belajar kata-kata itu sesuai kepentingan mereka dalam memahami lagu atau cerita. Ini akan menjadi cara termudah  yang dapat digunakan orangtua untuk mengajari anak sebuah bahasa. Malah dengan membacakan cerita dongeng dalam dua bahasa akan mempercepat anak menguasai bahasa tersebut. Balita juga akan lebih mudah menghapal lagu-lagu yang didengarnya bahkan akan mencoba untuk meniru orang tua mereka. Itulah sebabnya akan lebih baik pula memberikan pengajaran membaca doa kepada anak sebelum tidur di sela-sela waktu membaca cerita anak. Tujuannya agar si anak menyerap kebiasaan baik itu tanpa disadari anak. Jika balita Anda dapat bernyanyi bersama dengan tindakan dan gerakan tubuh, maka itu membuktikan kalau ia memiliki konsentrasi yang baik karena anak mampu mengkoordinasikan nyanyian dan tindakan.

Saat ini banyak sekali ditemukan buku cerita anak dan lagu yang tersedia di pasaran. Untuk lebih memudahkan pembelajaran anak, sebaiknya pilihlah buku cerita dan dongeng yang di khususkan dengan usia mereka. Lebih baik membeli buku cerita dan dongeng yang dilengkapi dengan gambar-gambar sederhana yang membuat anak anda akan suka melihatnya. Juga ada buku cerita dan dongeng yang bahkan memiliki beberapa fitur tambahan aktivitas untuk balita seperti buku-buku cerita yang dilengkapi stiker untuk setiap karakter, termasuk buku cerita dan dongeng yang bisa diwarnai. Hal ini akan meningkatkan minat anak dan bakat untuk belajar hal baru. Apapun buku cerita dan dongeng yang anda pilih, ingatlah memilih yang terbaik karena akan menjadi pelengkap waktu yang berkualitas yang anda butuhkan untuk menghabiskan dengan buah hati.

Waktu yang ideal untuk membacakan cerita dan dongeng untuk anak atau bernyanyi lagu anak bisa dilakukan di saat istirahat di sore hari, setelah makan siang atau pada waktu sebelum tidur malam. Ini akan membuat anak rileks dan mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang anda baca. Buatlah membacakan cerita dan dongeng anak sebuah rutinitas sehingga anda tidak mengabaikan perkembangan anak anda di tengah-tengah ketatnya jadwal pekerjaan rumah tangga lainnya. Juga buatlah anak-anak memahami bahwa belajar setiap saat dan dengan cara apapun adalah bagian dari kegiatan sehari-hari mereka. Memupuk kebiasan membaca di anak usia dini akan menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak-anak saat mereka tumbuh dewasa. Dalam dunia yang kompetitif saat ini, kebiasaan membaca menjadi bagian integral dari proses pembelajaran. Dan itu dimulai dari membacakan cerita dan dongeng anak sejak dini.

Mengenalkan Cara Berpakaian Pada Anak


Perasaan bahagia pasti dirasakan oleh orangtua saat melihat sang buah hati telah tumbuh dari balita menjadi kanak-kanak. Artinya sudah saatnya untuk mempersiapkan ia menjadi mandiri dan mampu melakukan hal-hal sederhana sejak dini. Makan sendiri, mamakai pakaian, serta semua yang menyangkut kebutuhan dasar anak perlu dilakukan tanpa dibantu lagi oleh orang tua. Untuk mewujudkan semua itu Semua memerlukan peranan dari ayah dan ibu. Caranya: Perlihatkan bagaimana melakukan hal itu dengan benar, memberikan instruksi tahap demi tahap, serta tak lupa memberikan pujian jika anak melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik

Anak-anak menikmati setiap hal yang diajarkan padanya
Ajarkan anak Anda untuk memakai pakaian sendiri. Untuk mulai pemahamannya, akan menyenangkan bila memiliki boneka atau mainan dengan satu set pakaian yang bisa dipasang pada boneka itu. Perlihatkan bagaimana cara memasang baju pada boneka dan biarkan ia mencoba memberikan baju pada bonekanya.

Kemudian jika ia mulai memahami, perlihatkan ia cara memakai baju didepan cermin. Atau anda mencontohkan lalu membimbing ia memakai baju sendiri.

Tekankan pada apa yang menjadi prinsip, menunjukkan bagaimana caranya, dan mengomentari tindakan mereka. Sebagai contoh: "Sepatu harus dipasang di kaki dan harus berdampingan, sepatu sebelah kanan dipasang di kaki kanan, dan yang satunya lagi di kaki kiri. Nah yang adik lakukan itu terbalik, coba di buka dan dipasang kembali dengan benar," dll.

Mencoba dan terus mencoba sangatlah penting, tetapi jangan lupa memberi pengertian dan arahan sesuai tingkat pertumbuhan anak. Ajarkan anak Anda untuk berpakaian, biarkan ia melakukan kesalahan, dan menunjukkan cara yang betul. Berdirilah di dekatnya dan pastikan untuk menyemangati dan memujinya. Jadi, anda membiasakan dia untuk melakukan, dan tindakan yang kompleks akan meningkatkan memori dan logika anak. Setelah 2 minggu, anda akan melihat perkembangan. Tapi jangan memarahi atau menghukum dia, jika terjadi kesalahan, yang paling penting kesabaran Anda dan keinginan untuk membuat anak mandiri. Dalam satu bulan anda akan terkejut dengan hasilnya.

Kreasi Dari Telur: Boneka Penyelam Yang Lucu


Mari kita berkreasi lagi membuat boneka lucu dari bahan yang sudah tidak terpakai lagi. Kali ini pasti ibu semua sudah sering membuangnya di dapur, yaitu Cangkang Telur. Dengan sedikit kreatifitas, kita ubah cangkang telur menjadi boneka penyelam yang lucu.

Bahan yang dibutuhkan sangat mudah didapatkan. Kalau hari ini ada menu telur dadar buat si buah hati, usahakan agar ketika memecahkan telur lubang yang dibuat sekecil mungkin dan dilakukan pada ujung telur. Tujuannya supaya cangkang tersebut masih bisa dipakai sebagai bahan utama boneka penyelam yang lucu. Selain cangkang telur tadi, sediakan pula tutup botol minuman, karet gelang, sedotan jus, Lem super atau lem lilin, Selotip, dan kertas karton sebagai alas atau kaki si boneka penyelam. Agar lebih terlihat menarik, boleh ditambahkan cat warna warni. Kalaupun susah didapatkan, anda bisa menggunakan spidol warna.

Cara membuatnya cukup mudah, bahkan dengan melihat gambarnya saja ibu sudah tahu caranya. Tapi biar lebih jelas kita mulai dulu dengan menyediakan  kaki dengan menggunting kertas karton sesuai pola. Setelah jadi, kita gunakan lem super untuk merekatkan kaki dengan telur. Usahakan agar kaki tersebut menutupi lubang yang ada di cangkang telur.

Setelah lem kering, kita mulai mewarnai bagian bawah telur. Lalu mulai dengan menempelkan karet mengelilingi telur. Menempelkan Tutup botol yang telah diberi dua titik menyerupai mata. Rekatkan semua dengan menggunakan lem super.

Potonglah sedotan jus sesuai ukuran yang dikehendaki. tetapi hendaknya proporsional dengan ukuran telur. Jangan lupa rekatkan lagi dengan lem super. Nah sampai tahap ini boneka telur si penyelam lucu telah jadi. Tentu saja telur akan susah berdiri tegak karena adanya tambahan asesori pada boneka. Oleh karena itu kita gunakan selotip untuk merekatkannya. Cukup pasang di bawah kaki boneka sehingga ketika dipasang berdiri, boneka tidak akan jatuh. Nah, keren bukan hasil kreasi kita. Bunda juga boleh mengajak sang buah hati untuk membuat kreasi ini.

Saran : kalau bunda menginginkan, bagian dalam telur boleh diisi dengan air setengah penuh. Kaki yang tadinya dari kertas diganti dengan bahan plastik. Lem kuat, lalu pasanglah tali dan pemberat di kaki boneka penyelam. Taruh di dalam akuarium. Dan lihatlah boneka penyelam akan melayang-layang di dalam akuarium.

Kamis, 19 Januari 2012

Playdough shapes

Number of players:

1+

What you need:

  • Broad-tip marker
  • Several sheets of construction paper or other coloured paper
  • Clear contact paper
  • Playdough

Activity:


Use a broad tip marker to draw simple shapes (circle, square etc) on the construction paper.
Limit one shape per piece of paper.
Cover each piece of paper with clear contact paper.
Have your child roll the play dough into ropes.
You may need to assist them with this.
Then have your child roll each rope over the drawn shapes.

Notes

  • For fun and learning, have your child close their eyes and feel and try to identify each shape.

Bermain Playdough

Posted by : Ratihqa Munar Wahyu

BERMAIN PLAYDOUGH
Bermain playdough adalah salah satu aktivitas yang bermanfaat untuk perkembangan otak anak. Bunda bisa mengenalkan berbagai macam konsep melalui playdough, antara lain : tekstur, warna, ukuran, serta merangsang kreativitas (anak berlatih untuk menciptakan sesuatu).


BAHAN :
  • 2 cup tepung terigu
  • 1 cup garam
  • 1 sdm minyak goreng
  • 1 cup air
  • pewarna makanan berbagai macam
ALAT :
  • Berbagai cetakan
  • Pisau plastik
  • Rolling pins
  • cotton buds
CARA :
  • Campurkan semua bahan, uleni sampai kalis (tidak menempel di tangan)
  • Tambahkan minyak, jika adonan terlalu keras
  • Ambil pewarna dengan cottonbuds, tempelkan pada adonan, kemudian campur pewarna dan adonan tersebut sampai warna rata
  • Bentuk sesuai keinginan
CATATAN UNTUK BUNDA :
Aspek perkembangan yang dirangsang oleh materi ini:
a. Motorik halus    :
Ketika membuat bentuk-bentuk  tertentu playdough, anak akan banyak melakukan aktivitas meremas, menekan dan memotong, yang berfungsi untuk  merangsang motorik halusnya.
b. Bahasa                  :
Sambil bermain, Bunda bisa mengenalkan berbagai macam kata  baru dan konsep pada anak. Playdough merupakan aktivitas menyenangkan bagi sebagian besar anak. Dalam pengenalan konsep, sebisa mungkin Bunda harus membuat suasana menyenangkan. Ajak anak untuk terlibat aktif, mulai dari membuat bahan dasar playdough sampai membuat bentuk tertentu. Kenalkan setiap jenis bahan yang dipakai misalnya “kakak, hari ini kita mau main playdough, bahannya apa saja ya? Ada tepung terigu, air, minyak,..(dst)”.
Bunda juga bisa mengenalkan berbagai macam bentuk dasar seperti lingkaran, segitiga, dan kotak. Bunda boleh sekaligus mengenalkan warna ketika mengenalkan bentuk “ wah..kakak, ayo kita bikin kotak, hm…warnanya apa ya? Gimana kalau kuning”
“selanjutnya, kita bikin lingkaran berwarna hijau ya”
Sesekali Bunda bisa membiarkan anak memutuskan apa yang ingin dibuatnya dan bentuk apa yang dia inginkan. Agar anak punya “rasa memiliki” terhadap aktivitas dia saat itu, juga mengasah ketrampilan anak untuk mengambil keputusan dan mengungkapkan keinginan.
c. Sosial                     : belajar berbagi (bila bermain bersama)
d. Emosi                    : playdough juga bisa menjadi sarana untuk menanamkan berbagai macam perilaku positif kepada anak, mengajari anak untuk bersabar, tekun, dan bangga akan hasil karyanya. Sebagai contoh, ketika Bunda dan si kecil membuat pinguin dari playdough, Bunda bisa membuat bentuk-bentuk dasar berupa tangan dan kaki. Saat si kecil ingin menyambungkan tangan penguin tersebut ke badannya, tanpa sengaja, si kecil menekan terlalu keras, hingga tangan pinguin gepeng. Si kecil kecewa, dan marah, bahkan kadang sampai enggan untuk meneruskan pekerjaanya (ini biasanya dialami anak usia 2-4 tahun). Bunda bisa mengarahkan si kecil untuk meneruskan prakaryanya hingga selesai.
“wah..tangan pinguinnya gepeng yang sayang…”
“tidak apa-apa sayang, kita bisa bikin tangan pinguin yang baru”
Ketika anak menuruti perkataan bunda dan memutuskan untuk membuat tangan penguin baru, bunda bisa memberikan apresiasi:
“Wah, Subhanallah, ternyata kakak anak yang sabar dan tekun, Alhamdulillah, pinguinnya selesai dan bagus sekali, selamat ya kakak..”
e. Kognitif                       :
Menstimulasi kognisi anak melalui playdough bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengklasifikasikan bentuk, warna dan ukuran yang benda-benda yang dibuat dengan playdough. Bunda juga bisa mengenalkan angka, mengajari berhitung, bahkan mengajari anak menakar, ketika Bunda mengambil tepung untuk membuat playdough.
TRIK DAN TIPS:
Gunakan bahasa yang dipahami anak, sesuai usia anak.  Usahakan anak terlibat dalam setiap tahapan pembuatan playdough. Sebaiknya Bunda mengetahui sejauh mana pemahaman anak terhadap sebuah kalimat. Khusus untuk anak di bawah tiga tahun (yang notabene masih terbatas kemampuan komunikasinya), Bunda bisa mengecek dengan memberikan perintah sederhana kepada anak, jika anak bisa menurutinya, Bunda bisa memberikan perintah yang setingkat lebih sulit. Sebaiknya digunakan kalimat ajakan, agar anak lebih nyaman, dan merasa bermain dengan teman. Misalnya
“ ayo kita ambil pisau di atas meja” jika anak bisa mengerjakannya, Bunda bisa memberikan perintah yang lebih rumit, misalnya
“ayo kita ambil pisau di atas meja, lalu kita simpan di karpet bermain kakak ya..”
Jika anak belum bisa memahami perkataan Bunda, gunakan bahasa yang lebih sederhana.
Ingat untuk selalu memberikan apresiasi kepada anak, ketika anak berhasil melakukan sesuatu. Apresiasi berguna untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak. Apresiasi ini bisa berupa pujian yang mengarah kepada anak langsung, misalnya (wah, anak pintar, anak sholeh, dll.), atau  bisa juga apresiasi yang menyertakan nilai Ke-Tuhan-an, misalnya “Alhamdulillah, kakak berhasil membuat tangan pinguin).
CATATAN LAIN :
  • Semua stimulasi yang diberikan ketika bermain playdough, harus disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak. Bunda tidak perlu menuntut anak untuk langsung bisa mengklasifikasikan warna, mengenali bentuk, dll. Untuk anak usia pra-sekolah, semua aktivitas bersifat pengenalan dan eksplorasi, sebaiknya dampingi anak untuk bisa bereksplorasi dan bereksperimen sebanyak-banyaknya. Buat suasana bermain semenyenangkan mungkin. Anak balita cenderung tidak betah berlama-lama dengan satu aktivitas, selama bermain playdough Bunda bisa mengajak anak bernyanyi, melompat, atau berlari (lomba mengambil cetakan misalnya). Selanjutnya akan sangat bergantung pada kreasi Bunda :D
  • Karena playdough terbuat dari bahan makanan, aman jika termakan (asiin banget). Sebelum mulai membuat prakarya dengan playdough, bunda bisa memberi pengertian bahwa, playdough  bukan makanan, tapi mainan.
DAFTAR ACUAN :
Manfaat bermain playdough :
Resep Playdough Homemade :
Berbagai bentuk yang dapat dibuat dari playdough :