Senin, 02 April 2012

Menghentikan Kebiasaan Ngompol Pada Balita


Mengompol adalah salah satu masalah yang paling umum dialami sebagian besar anak-anak balita. Jika tidak dilatih sedini mungkin, maka dibutuhkan waktu yang lama untuk menormalkan. Ada yang tidak biasa dengan masalah ini, karena sebagian besar anak-anak terlalu muda untuk mengendalikan diri buang air bahkan ketika mereka terjaga. Tapi, sekali Anda tidak melatihnya ke toilet, maka itu menjadi hal memalukan. Sebagian besar orang tua menggunakan popok setidaknya pada malam hari untuk menjaganya tetap di tempat tidur. Tapi itu tidak akan memecahkan masalah.

Anak Anda dapat berhenti mengompol pada usia 2-3 tahun, jika Anda dapat melatihnya dengan benar. Kalau tidak, ia mungkin memakan waktu lebih banyak untuk menghentikan kebiasaan buruk sendiri bahkan sampai tamat SD.

Anda tidak harus marah di tengah malam jika Anda menemukan bahwa anak Anda yang bersalah. Hal ini akan membuatnya lebih gugup tentang masalah ini. Ingatlah bahwa ini bukan masalah permanen dan jika Anda memiliki kesabaran sedikit lebih, Anda dapat dengan mudah menjalankan pelatihan ini.

Periksa jumlah asupan air selama malam hari. Cukupkan air untuk asupan nya di siang hari, namun batasi asupan cairan untuk paruh kedua hari itu atau sore hari. Hal ini juga bekerja untuk menghentikan mengompol. Hindari makanan berair seperti susu, sup atau rebus selama malam hari.

Mintalah dia untuk pergi ke toilet, sebelum dia pergi ke tempat tidur pada malam hari. Walaupun ia harus agak memaksa untuk buang air. Ini harus menjadi kebiasaan sehari-hari untuk anak Anda. Jika dia tidak minum air setelah datang dari toilet, ada kemungkinan jauh lebih sedikit dia akan mengompol.

Anda harus memperhatikan kapan waktu mengompolnya. Misalkan jam 5 subuh. Banyak anak membuat beberapa gerakan sebelum mengompol. Jika Anda dapat membuat sang anak rutin bangun pada saat itu, maka Anda hampir berhasil untuk menyelamatkan ngompol di tempat tidur. Anda dapat menyimpan  toilet bayi tepat di samping tempat tidurnya di kamarnya, sehingga menjadi sangat mudah untuk menjemputnya dari tempat tidur dan membawanya ke toilet. Jika Anda dapat mengikuti rutinitas yang ketat ini selama 6 bulan, anak Anda akan terbiasa dengan toilet tidak akan ngompol lagi.

Tips Menggambar dan Perkembangan Anak


Menggambar merupakan suatu petualangan yang luar biasa yang dialami oleh anak dalam berimajinasi. Melalui gambar sang anak bisa dengan leluasa bermain di segala waktu dan tempat, seperti di rumah,  di sekolah, di taman dsb. Hal ini harus menjadi perhatian orang tua, karena banyak anak berbakat yang tidak dapat berkembang karena imajinasinya dalam menggambar terlalu di protes oleh lingkungan sekitarnya. 

Sadar atau tidak, orang tua dan sekolah anak lebih memberikan pujian terhadap gambar anak yang berpola pemandangan atau alam. Ini akan tertanam di pikiran. sehingga mereka selalu berusaha untuk memenuhi keinginan mendapat pujian dibandingkan menggambar sesuai imajinasi sendiri. 

Banyak hasil mengejutkan dengan melihat arti tersembunyi dari gambar si anak. Gambar mampu mengekspresikan kematangan emosional, hubungan dengan keluarganya, keprihatinan, perkembangan intelektualnya dsb. Walaupun kadang bentuknya aneh bagi orang dewasa, tetapi karakter serta bentuk yang di goreskan diatas kertas bisa membuat sang anak tersenyum dan memiliki cerita tersendiri bagi anak-anak. Cobalah para bunda untuk bermain pintar dengan anak. yaitu ketika mereka selesai menggambar, coba deh untuk memintanya bercerita dengan sangat rinci. Agar anda dapat memasuki relung rahasia imajinasinya.

Bentuk dan Pengembangan karya seni anak Anda

Bentuk dan pola yang digambar oleh anak akan berubah sesuai dengan umur dan perkembangan pikirannya.
Pada awal tahun pertama, sang anak akan menggambar sebuah permainan bentuk cakar ayam. Coretan yang tak beraturan dengan garis vertikal yang kurang dilibatkan. Garis horisontal dan miring akan bertransformasi menjadi bentuk spiral. Nah bagi orangtua agar tetap mengarahkan dan jangan menganggap ini masalah anak usia dini sampai usia 2 tahun kedepan.

Pada usia 3 tahun anak ibu akan menggambar lingkaran sambil memberikan mereka masing-masing nama setelah selesai menggambar. Mulailah memperkenalkan warna, agar perkembangan psikologis dan intelektual semakin tajam dengan melihat bentuk dan warna.

Pada Usia 4, gambar yang di bentuknya adalah hasil dari mencoba untuk menyalin pikiran orang dewasa atau ia mencoba untuk mengekspresikan sesuatu pemikiran . Jika Anda bertanya tentang makna mereka dengan senang hati memberikannya kepada Anda, tetapi si balita sering berubah pikiran jika Anda mengungkapkan permintaan itu lagi.

Usia 5 dan 6 tahun, itu merupakan realitas seperti yang dikenal di otaknya dan tidak seperti itu. Terutama bagi orang dewasa jangan mencoba untuk memahami hubungan antara bentuk gambar dengan kenyataan, karena itu bukan masalah bagi si anak. Itulah yang ia tahu dan merasa apa yang digambar menjadi penting baginya. Ingat janganlah mempertanyakan jika bentuknya tidak sesuai dengan realita bagi pemikiran orang dewasa.

Usia 9 tahun , dengan penerimaan peraturan dan disiplin dari sekolah atau lingkungan, anak Anda mulai menghormati proporsi bentuk dan membuat gambar lebih terstruktur . Pada usia ini, gambarnya semakin dekat dan lebih dekat dengan kenyataan: seperti rumah memiliki pintu dan jendela, mobil memiliki jendela ...

Membuat Tikus Dari Guntingan Hati


Membuat mainan untuk anak tidak perlu membutuhkan biaya yang banyak. Ibu dapat membuatnya dari bahan bekas, dan hasilnyapun tidak akan kalah dengan buatan pabrik. Mari kita berkreasi dari sisa kain bekas. Mengajari anak membuatnya sendiri juga merupakan langkah awal membuat anak berpikir kreatif. Kali ini kita akan membuat boneka tikus lucu dari bahan kain bekas. Usahakan kain yang digunakan adalah kain tebal. Boleh juga menggunakan karpet lantai yang tidak terpakai lagi.

Mulailah dengan menggunting kain menjadi bentuk hati. Ukurannya boleh terserah dari ibu, dan lebih baik lagi dibuat sesuai ukuran tangan anak. Setelah membentuk hati, lipatlah sama sisi sehingga akan terbentuk garis lipatan ditengah hati. kemudian buatlah lubang untuk tempat jari, ekor dan telinga sang tikus dengan menggunakan pisau tajam (hanya boleh dilakukan oleh orang tua)

Oh iya, kita juga perlu membuat pelengkap sang tikus. Potonglah kain berbentuk bulat sebagai hidung pom-pom. Jangan lupa sediakan guntingan kain untuk telinga. bentuklah agak memanjang seperti yang terlihat pada gambar. Mata tikus boleh dibuat dari biji tanaman atau bahan lain yang mudah didapatkan. Panjang ekor yang dibuat nantinya disesuaikan dengan keinginan ibu.

Sediakan lem super lalu rekatkan sisi kain berbentuk hati seperti pada gambar. Ingat jangan merekatkan penuh, sisakan untuk lubang tempat tangan anak. setelah di lem, tekan dengan menggunakan buku yang berat lalu tunggu sampai lemnya kering.

Tempellah mata dan hidung pom-pom dengan lem super, kemudian sisipkan kain yang sudah dibuat memanjang sehingga membentuk telinga dan kaitkan ekornya. Dan jadilah kreasi anda yaitu tikus lucu dari bahan kain bekas. Berikan kepada anak dan biarkan ia bermain bersama dengan temannya.

Anak Bermain Membentuk Nama Dengan Tanaman


Meskipun si tukang kebun kecil kita belum mampu menulis namanya, ia masih dapat menikmati melihat pertumbuhan tanaman, menyiramnya setiap hari dan tentu saja belajar menggunting dan memangkas tanaman.

Ini merupakan cara bermain, belajar mencintai tanaman, tehnik berkebun, serta membuatnya mengenali huruf di namanya sendiri.

Yang anda butuhkan adalah bibit tanaman (gabah, kacang hijau, dll) air, kotak atau nampan, tanah, gunting tanaman.

Langkah awal adalah menyiapkan media nampan yang sudah diisi tanah.
Kemudian rendamlah bibit dalam semangkuk air selama semalam.

Persiapkan tanah yang tebalnya kira-kira 3 cm dan dalam keadaan sudah siap ditanami. Bantulah anak untuk mengatur benih sesuai dengan bentuk namanya, kemudian dengan lembut menekan biji tersebut masuk kedalam tanah. Akan lebih mudah jika sebelumnya, kita menulis alfabet ditanah dengan menggunakan lidi, lalu setelah ditanami bibit kita hapus tulisan tersebut.

Langkah selanjutnya ialah menjaga agar tanah tetap lembab dengan menyiramnya secara teratur. Jangan menyiramnya langsung pada benih sampai akarnya telah tumbuh. Tempatkan nanpan di jendela yang terkena sinar matahari. Dalam beberapa hari, biji akan tumbuh. Jika telah tumbuh lebat, gunakan gunting tanaman untuk merapikan.

Membuat Mainan Anak: Jam Pasir Dari Botol Plastik Bekas


Pernahkah bunda merasa kesulitan menyadarkan anak tentang waktu? Ya, terkadang anak di usia yang masih dini belum mengetahui pentingnya waktu. Karena mereka memang lebih mementingkan menghabiskan waktunya untuk bermain. Tetapi tidak ada salahnya kalau kita mengajari anak menghargai waktu sedari dini. Dengan mengenalkan waktu, mereka dapat melakukan kegiatan secara efektif.

Salah satu cara mengajari anak dengan cara menyenangkan adalah membuat mainan anak yang akan memancing rasa penasaran. Kalau anda sudah mengajarkan fungsi jam, sekarang kita mengajak anak membuat mainan jam pasir dari botol plastik bekas. Bahan yang digunakan tentulah tidak sulit didapatkan. Karena kebanyakan botol plastik menjadi sampah setelah kita gunakan.

Mainan anak ini akan membantu anak memvisualisasikan berapa lama mereka melakukan suatu kegiatan. Misalkan anak selesai makan sebelum pasir habis, atau sang anak telah menyelesaikan membersihkan kamarnya sebelum jam pasir habis.

Yang anda butuhkan adalah dua buah botol plastik bekas yang sudah dicuci bersih. Sebaiknya ukuran botol yang digunakan sesuai dengan peruntukan berapa lama waktu yang diinginkan. Selanjutnya pasir halus yang telah disaring. ini bertujuan agar besar partikel pasir sama rata. Sehingga nantinya jam pasir tidak mengalami kemacetan akibat tersumbat. Jangan lupa lem super atau selotip.

Salah satu botol plastik diisi pasir yang sudah kita saring. Lalu kita tutup dengan menggunakan plastik. Kemudian untuk menentukan berapa lama waktu yang diinginkan, buatlah lubang kecil pada plastik dengan menggunakan jarum .Hendaknya sesuaikan besar lubang yang dibuat dengan besar lubang dari saringan yang kita pakai.

Balik botol sehingga pasir akan keluar. Tampunglah pasir pada sebuah wadah dan hitung dengan menggunakan jam. Jika kita menginginkan 5 menit, maka setelah dua menit tutup lubang tersebut. Pasir yang tertampung diwadah menunjukkan waktu 5 menit.

Setelah didapatkan jumlah pasir yang diinginkan, kosongkan kedua botol. Lalu salah satunya diisi dengan pasir yang telah ditampung di wadah. Gunakan kembali plastik yang telah dilubangi tadi sebagai penutupnya. Selotip dan rekatkan memakai lem dengan posisi mulut botol saling berhadapan.

Nah jadilah jam pasir sederhana. Ajarkan anak dengan membuat kompetisi menyelesaikan pekerjaan sebelum jam pasir habis. Jika mereka dapat menyelesaikan tantangan sebelum jam pasir habis, tidak ada salahnya memberikan hadiah sebagai rewardnya. Kalau begitu tantangan pertama buat anak anda adalah: Merapikan mainan yang berantakan di dalam kamar sebelum jam pasir habis. Selamat mencoba!

Permainan Voli Balon Untuk Melatih Otot Anak


Banyak anak yang kurang melakukan aktifitas fisik karena seringnya melakukan permainan yang berhubungan dengan tehnologi. Kecanduan terhadap internet, video game, TV dan media sosial di internet membuat anak semakin malas bergerak. Diperlukan sebuah aktivitas fisik yang dapat dilakukan di dalam rumah dan disaat senggang.  Ketika anak telah larut menyaksikan TV selama berjam-jam, tidak ada salahnya mengajak bermain Voli Balon. Ya, permainan ini  hanya membutuhkan balon dan seutas tali. Versi voli ini dapat dimainkan di dalam diruangan kecil tanpa risiko mengenai lampu atau mencederai anggota tubuh.

Apa yang harus anda persiapkan ketika bermain Voli balon.
  • Benang atau tali
  • Balon yang telah ditiup. Jangan memakai balon gas serta usahakan ukurannya tidak terlalu kecil.

Instruksi
Untuk memulai permainan, tentukan dulu area permainan. Agar memudahkan menghitung nilai yang didapat jika balon masuk ke area lawan. Kemudian mengikat seutas benang atau string di area bermain, tingginya sekitar 12 cm dari atas lantai. Bagilah pemain menjadi 2 tim dan mereka harus mengikuti gaya kepiting (badan menghadap ke atas, dan hanya bertumpu atau bersandar pada tangan dan kaki) kaki anak yang berfungsi sebagai pemukul balon.

Gunakan koin undian untuk menentukan tim mana yang akan memukul balon pertama kali, kemudian 1 pemain di tim yang meluncurkan balon ke udara untuk rekan setimnya yang akan menendang melewati tali string ke daerah lawan.

Tim menendang balon bolak-balik, dan hanya perlu mengirim balon ke sisi area lawan. Jika satu tim tidak dapat mengembalikan balon dan menyentuh lantai, tim lain mendapatkan 1 point. dan restart permainan dengan memulai memukul balon dari sisi yang kemasukan angka. Tim pertama yang mencapai 10 poin menang. Permaian voli balon ini akan meningkatkan kekuatan otot tangan dan otot kaki anak. Selamat mencoba dan simak juga artikel menarik "main kreatif" lainnya.

Membuat Bunga Dari Kertas Bekas


Mengajari anak untuk berkreasi perlu dilakukan oleh orang tua sejak dini. Sebab jika sudah menjadi kebiasaan yang baik, maka hal itu bisa menjadi bekal anak saat dewasa. Mengajak anak berkreasi juga akan mengembangkan otak kanan anak. Selain itu, kemampuan berkreasi sejak dini dapat menumbuhkan jiwa entrepreneurship. Tidak sedikit pengusaha yang sukses saat ini karena kemampuannya berkreasi.

Kreasi yang dapat diajarkan kepada anak adalah membuat sesuatu dari bahan yang tidak terpakai. Kreasi kertas misalnya. Dengan sentuhan kreatif, maka kertas yang sudah tidak terpakai di rumah dapat menjadi hiasan bunga kertas untuk lampu tidur di kamar anak.


Bahan yang diperlukan adalah kertas dan lem. Pilihlah kertas yang agak tebal seperti bekas undangan, sisa bungkus kado, atau bahan kertas yang ada di rumah anda. Ajak serta anak untuk membuat bunga dari kertas bekas untuk hiasan lampu tidur.

Seperti yang terlihat di gambar, Guntinglah kertas membentuk lingkaran. Ukurannya bisa disesuaikan dengan kemauan bunda. Kemudian gunting kertas membentuk spiral dari sisi luar hingga ke tengah lingkaran. Lebar guntingan spiral diusahakan diatas 2 cm. Bimbinglah anak saat menggunting kertas. Sebab resiko luka dapat terjadi jika tidak hati-hati menggunakan gunting yang tajam.

Setelah di dapatkan bentuk spiral atau lebih mirip bentuk obat nyamuk bakar, ambillah ujungnya dan lipatlah ke dalam sehingga membentuk gulungan kecil. Gulunglah kertas sampai pada ujung satunya seperti telihat pada gambar. Jangan lupa merapikan bentuknya hingga menyerupai kuntum bunga mawar. Setelah itu rekatkan dengan menggunakan lem. Tunggu sampai kering. Maka jadilah satu kuntum bunga dari kertas bekas.

Buatlah kuntum bunga sampai jumlahnya cukup untuk hiasan pada lampu tidur. Rekatkan dengan lem pada tepi lampu tidur anak. Bunda juga dapat memvariasikannya dengan bunga-bunga kecil. Ide menempelkan hiasan bunga dari kertas bisa juga diterapkan di barang-barang yang ada di kamar anak. Selamat berkreasi.